Lewati ke konten utama

Kepuasan Layanan

Kepuasan dan Evaluasi Layanan Sarana dan Prasarana 2020/2021

Rata-rata capaian 16 butir kepuasan dan evaluasi layanan sarana dan prasarana 3,30 dari target 4 (82,5%). 0 butir mencapai target; capaian terendah pada "Kondisi dan pemeliharaan gedung perkuliahan dan kantor" (3,2).

Periode 2020/2021Capaian terhadap target 82,5%

Capaian terhadap target
82,5%
Rata-rata capaian (skala 1–4)
3,3

Capaian per dimensi

Target dan capaian per dimensi

Rata-rata target dan capaian butir layanan pada setiap dimensi.

Satuan: skor rata-rata

Sumber: Kepuasan Layanan 2020/2021, FTM UnjaniDiperbarui 4 Oktober 2026

Capaian per butir layanan

Butir layanan: Sarana dan Prasarana

Capaian setiap butir dibanding targetnya.

Satuan: skor rata-rata

Sumber: Kepuasan Layanan 2020/2021, FTM UnjaniDiperbarui 4 Oktober 2026

Butir layanan: Layanan Umum

Capaian setiap butir dibanding targetnya.

Satuan: skor rata-rata

Sumber: Kepuasan Layanan 2020/2021, FTM UnjaniDiperbarui 4 Oktober 2026

Butir layanan: Layanan Sistem Informasi

Capaian setiap butir dibanding targetnya.

Satuan: skor rata-rata

Sumber: Kepuasan Layanan 2020/2021, FTM UnjaniDiperbarui 4 Oktober 2026

Butir layanan: Layanan Perpustakaan

Capaian setiap butir dibanding targetnya.

Satuan: skor rata-rata

Sumber: Kepuasan Layanan 2020/2021, FTM UnjaniDiperbarui 4 Oktober 2026

Hasil monitoring dan tindak lanjut per butir

No.Butir layananTargetCapaianSelisihHasil monitoringTindak lanjut
1.1Kondisi dan pemeliharaan gedung perkuliahan dan kantor43,20,8Gedung kuliah cukup terawat, namun selama pandemi tidak semua ruang digunakan secara optimal.Perlunya evaluasi penataan ulang ruang pasca-COVID untuk menyesuaikan dengan fleksibilitas hybrid learning dan kenyamanan belajar tatap muka.
1.2Ketersediaan peralatan belajar mengajar (LCD, papan tulis, dsb)43,20,8Beberapa peralatan jarang digunakan selama daring sehingga tidak optimal pascapandemi.Perlu pemeliharaan ulang dan pengadaan peralatan baru yang mendukung pembelajaran hybrid, seperti kamera, speaker, dan LCD interaktif.
1.3Aksesibilitas fasilitas umum (toilet, parkir, kantin, dll)43,20,8Fasilitas sempat kurang terpelihara saat pandemi, meski kini sudah kembali berfungsi.Perlu pembenahan fasilitas umum untuk mendorong kenyamanan kembali ke kampus, termasuk protokol kebersihan yang disesuaikan dengan masa transisi endemi.
1.4Kualitas ruang belajar dan ventilasi/AC43,20,8Ventilasi ruang perlu dievaluasi karena isu sirkulasi udara menjadi sorotan pasca-COVID.Perlu penambahan exhaust fan atau sirkulasi alami di ruang tertutup, serta pemeliharaan AC agar sesuai standar kesehatan lingkungan belajar.
2.1Ketersediaan informasi layanan akademik/non-akademik43,30,7Informasi sudah tersedia secara daring, tetapi belum semua mahasiswa paham cara mengaksesnya.Perlu peningkatan literasi digital serta pelatihan singkat bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem informasi akademik.
2.2Tanggap terhadap keluhan dan masukan mahasiswa43,30,7Waktu tanggap bervariasi. Saat WFH, beberapa layanan lambat merespon keluhan mahasiswa.Perlu SOP baru untuk layanan hybrid, termasuk kejelasan jam operasional dan siapa yang bertugas menjawab keluhan secara daring.
2.3Kualitas layanan administrasi fakultas/jurusan43,30,7Layanan fisik sudah aktif kembali, tetapi mahasiswa terbiasa komunikasi daring.Harus ada sinergi antara layanan offline dan online, termasuk penggunaan WhatsApp/Email resmi untuk administrasi cepat.
2.4Pelayanan yang sopan dan profesional oleh staf administrasi43,30,7Staf tetap ramah, namun intensitas interaksi langsung menurun karena banyak layanan dialihkan secara daring.Perlu pelatihan layanan hybrid dan etika komunikasi digital agar kualitas pelayanan tetap tinggi di kedua platform.
4.1Ketersediaan koleksi buku dan jurnal yang relevan43,30,7Akses fisik ke koleksi menurun sejak pandemi, mahasiswa harap lebih banyak koleksi digital.Fokus pada pengembangan e-library dan koleksi online yang bisa diakses dari rumah.
4.2Jam operasional dan akses perpustakaan43,30,7Jam buka kembali normal, namun mahasiswa lebih sering belajar mandiri di luar perpustakaan.Tambah jam operasional di masa ujian dan adakan sesi pengenalan kembali perpustakaan ke mahasiswa baru.
4.3Ketersediaan sistem peminjaman dan pengembalian otomatis43,30,7Sistem sudah digital, tapi belum familiar bagi semua mahasiswa.Adakan sosialisasi cara penggunaan sistem peminjaman daring serta akses katalog online.
4.4Pelayanan staf perpustakaan yang ramah dan membantu43,30,7Staf tetap melayani dengan baik, namun kontak langsung lebih jarang dibanding sebelum pandemi.Tingkatkan peran staf dalam mendampingi mahasiswa menjelajah koleksi daring dan beri pelatihan literasi digital bagi petugas.
3.1Kinerja dan keandalan sistem informasi akademik (AIS)43,40,6Sistem AIS terbukti krusial saat pandemi dan tetap andal hingga kini. Namun kadang lambat saat peak time.Upgrade kapasitas server dan infrastruktur TI untuk mendukung lonjakan akses saat registrasi atau pengisian KRS.
3.2Akses informasi akademik secara online (nilai, KRS, presensi)43,40,6Mahasiswa lebih akrab dengan sistem online, namun mahasiswa baru kadang bingung navigasi awal.Buat modul/simulasi akses sistem bagi mahasiswa baru dan tampilkan tutorial interaktif di website fakultas.
3.3Dukungan teknis dan bantuan TI untuk mahasiswa43,40,6Dukungan tersedia tapi sistem pelaporan belum praktis, mahasiswa kadang bingung ke mana harus bertanya.Buat portal pengaduan dan panduan troubleshooting teknis di satu kanal informasi (misalnya melalui website fakultas).
3.4Keamanan data dan privasi pengguna sistem informasi43,40,6Selama pembelajaran daring, belum ada insiden keamanan, namun penting dijaga.Tetap jaga sistem backup dan audit data rutin serta tingkatkan edukasi keamanan akun kepada pengguna.

Metode

Monitoring layanan dengan formulir FM/Akd/Pembelj/01 (teknik industri/teknologi manufaktur). Setiap butir dinilai pada skala 1–4 dengan target 4, disertai hasil monitoring dan evaluasinya.