Kepuasan Layanan
Kepuasan dan Evaluasi Layanan Sarana dan Prasarana 2020/2021
Rata-rata capaian 16 butir kepuasan dan evaluasi layanan sarana dan prasarana 3,30 dari target 4 (82,5%). 0 butir mencapai target; capaian terendah pada "Kondisi dan pemeliharaan gedung perkuliahan dan kantor" (3,2).
Periode 2020/2021Capaian terhadap target 82,5%
- Capaian terhadap target
- 82,5%
- Rata-rata capaian (skala 1–4)
- 3,3
Capaian per dimensi
Target dan capaian per dimensi
Rata-rata target dan capaian butir layanan pada setiap dimensi.
Satuan: skor rata-rata
Capaian per butir layanan
Butir layanan: Sarana dan Prasarana
Capaian setiap butir dibanding targetnya.
Satuan: skor rata-rata
Butir layanan: Layanan Umum
Capaian setiap butir dibanding targetnya.
Satuan: skor rata-rata
Butir layanan: Layanan Sistem Informasi
Capaian setiap butir dibanding targetnya.
Satuan: skor rata-rata
Butir layanan: Layanan Perpustakaan
Capaian setiap butir dibanding targetnya.
Satuan: skor rata-rata
Hasil monitoring dan tindak lanjut per butir
| No. | Butir layanan | Target | Capaian | Selisih | Hasil monitoring | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1.1 | Kondisi dan pemeliharaan gedung perkuliahan dan kantor | 4 | 3,2 | 0,8 | Gedung kuliah cukup terawat, namun selama pandemi tidak semua ruang digunakan secara optimal. | Perlunya evaluasi penataan ulang ruang pasca-COVID untuk menyesuaikan dengan fleksibilitas hybrid learning dan kenyamanan belajar tatap muka. |
| 1.2 | Ketersediaan peralatan belajar mengajar (LCD, papan tulis, dsb) | 4 | 3,2 | 0,8 | Beberapa peralatan jarang digunakan selama daring sehingga tidak optimal pascapandemi. | Perlu pemeliharaan ulang dan pengadaan peralatan baru yang mendukung pembelajaran hybrid, seperti kamera, speaker, dan LCD interaktif. |
| 1.3 | Aksesibilitas fasilitas umum (toilet, parkir, kantin, dll) | 4 | 3,2 | 0,8 | Fasilitas sempat kurang terpelihara saat pandemi, meski kini sudah kembali berfungsi. | Perlu pembenahan fasilitas umum untuk mendorong kenyamanan kembali ke kampus, termasuk protokol kebersihan yang disesuaikan dengan masa transisi endemi. |
| 1.4 | Kualitas ruang belajar dan ventilasi/AC | 4 | 3,2 | 0,8 | Ventilasi ruang perlu dievaluasi karena isu sirkulasi udara menjadi sorotan pasca-COVID. | Perlu penambahan exhaust fan atau sirkulasi alami di ruang tertutup, serta pemeliharaan AC agar sesuai standar kesehatan lingkungan belajar. |
| 2.1 | Ketersediaan informasi layanan akademik/non-akademik | 4 | 3,3 | 0,7 | Informasi sudah tersedia secara daring, tetapi belum semua mahasiswa paham cara mengaksesnya. | Perlu peningkatan literasi digital serta pelatihan singkat bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem informasi akademik. |
| 2.2 | Tanggap terhadap keluhan dan masukan mahasiswa | 4 | 3,3 | 0,7 | Waktu tanggap bervariasi. Saat WFH, beberapa layanan lambat merespon keluhan mahasiswa. | Perlu SOP baru untuk layanan hybrid, termasuk kejelasan jam operasional dan siapa yang bertugas menjawab keluhan secara daring. |
| 2.3 | Kualitas layanan administrasi fakultas/jurusan | 4 | 3,3 | 0,7 | Layanan fisik sudah aktif kembali, tetapi mahasiswa terbiasa komunikasi daring. | Harus ada sinergi antara layanan offline dan online, termasuk penggunaan WhatsApp/Email resmi untuk administrasi cepat. |
| 2.4 | Pelayanan yang sopan dan profesional oleh staf administrasi | 4 | 3,3 | 0,7 | Staf tetap ramah, namun intensitas interaksi langsung menurun karena banyak layanan dialihkan secara daring. | Perlu pelatihan layanan hybrid dan etika komunikasi digital agar kualitas pelayanan tetap tinggi di kedua platform. |
| 4.1 | Ketersediaan koleksi buku dan jurnal yang relevan | 4 | 3,3 | 0,7 | Akses fisik ke koleksi menurun sejak pandemi, mahasiswa harap lebih banyak koleksi digital. | Fokus pada pengembangan e-library dan koleksi online yang bisa diakses dari rumah. |
| 4.2 | Jam operasional dan akses perpustakaan | 4 | 3,3 | 0,7 | Jam buka kembali normal, namun mahasiswa lebih sering belajar mandiri di luar perpustakaan. | Tambah jam operasional di masa ujian dan adakan sesi pengenalan kembali perpustakaan ke mahasiswa baru. |
| 4.3 | Ketersediaan sistem peminjaman dan pengembalian otomatis | 4 | 3,3 | 0,7 | Sistem sudah digital, tapi belum familiar bagi semua mahasiswa. | Adakan sosialisasi cara penggunaan sistem peminjaman daring serta akses katalog online. |
| 4.4 | Pelayanan staf perpustakaan yang ramah dan membantu | 4 | 3,3 | 0,7 | Staf tetap melayani dengan baik, namun kontak langsung lebih jarang dibanding sebelum pandemi. | Tingkatkan peran staf dalam mendampingi mahasiswa menjelajah koleksi daring dan beri pelatihan literasi digital bagi petugas. |
| 3.1 | Kinerja dan keandalan sistem informasi akademik (AIS) | 4 | 3,4 | 0,6 | Sistem AIS terbukti krusial saat pandemi dan tetap andal hingga kini. Namun kadang lambat saat peak time. | Upgrade kapasitas server dan infrastruktur TI untuk mendukung lonjakan akses saat registrasi atau pengisian KRS. |
| 3.2 | Akses informasi akademik secara online (nilai, KRS, presensi) | 4 | 3,4 | 0,6 | Mahasiswa lebih akrab dengan sistem online, namun mahasiswa baru kadang bingung navigasi awal. | Buat modul/simulasi akses sistem bagi mahasiswa baru dan tampilkan tutorial interaktif di website fakultas. |
| 3.3 | Dukungan teknis dan bantuan TI untuk mahasiswa | 4 | 3,4 | 0,6 | Dukungan tersedia tapi sistem pelaporan belum praktis, mahasiswa kadang bingung ke mana harus bertanya. | Buat portal pengaduan dan panduan troubleshooting teknis di satu kanal informasi (misalnya melalui website fakultas). |
| 3.4 | Keamanan data dan privasi pengguna sistem informasi | 4 | 3,4 | 0,6 | Selama pembelajaran daring, belum ada insiden keamanan, namun penting dijaga. | Tetap jaga sistem backup dan audit data rutin serta tingkatkan edukasi keamanan akun kepada pengguna. |
Metode
Monitoring layanan dengan formulir FM/Akd/Pembelj/01 (teknik industri/teknologi manufaktur). Setiap butir dinilai pada skala 1–4 dengan target 4, disertai hasil monitoring dan evaluasinya.