Lewati ke konten utama

Sejarah

Sejarah berdirinya dan perkembangan FTM Unjani.

Tonggak Sejarah

  1. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

    Pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menjadi tonggak awal pembangunan bangsa, termasuk pembentukan institusi pertahanan, industri, dan pendidikan nasional. Dalam perkembangannya, TNI Angkatan Darat melalui Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) turut berperan dalam pengembangan pendidikan tinggi, yang kemudian melahirkan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) pada tanggal 20 Mei 1990.

  2. Pembentukan Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM)

    Pada tahun 1950, Leger Productie Bedrijven (LPB), pabrik persenjataan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda, diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan berganti nama menjadi Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM). Pengelolaannya dipercayakan kepada Angkatan Darat untuk mendukung kebutuhan pertahanan nasional. PSM menjadi bagian penting dari perkembangan industri pertahanan dalam negeri dan merupakan salah satu akar sejarah kelembagaan industri yang kemudian dikenal sebagai Pindad.

  3. Perubahan PSM Menjadi PABAL AD dan Kerjasama Dengan AIM

    Pada tanggal 1 Desember 1958, Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) berubah nama menjadi Pabrik Alat Peralatan Angkatan Darat (PABAL AD). Perubahan ini menandai perluasan kegiatan industri, tidak hanya pada produksi senjata dan munisi, tetapi juga berbagai peralatan militer lainnya. Perkembangan industri pertahanan tersebut mendorong peningkatan kebutuhan tenaga ahli serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan Angkatan Darat. Pimpinan PABAL AD juga melakukan pendidikan tenaga ahli bekerja sama dengan Akademi Industri Militer (AIM), Akademi Administrasi Keuangan, dan Akademi Persediaan. AIM merupakan cikal bakal berdirinya Akademi Industri Logam (AIL)

  4. Perubahan PABAL AD menjadi PINDAD

    Pada tahun 1962, Pabrik Alat Peralatan Angkatan Darat (PABAL AD) berubah nama menjadi Perindustrian TNI Angkatan Darat (PINDAD). Perubahan ini merupakan bagian dari pengembangan organisasi dan pengelolaan industri pertahanan yang lebih terpadu. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan penguasaan teknologi industri, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan teknik menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kegiatan industri di lingkungan PINDAD. Bersamaan dengan perubahaan nama tersebut, nama Akademi Industri Militer (AIM) berubah menjadi Akademik Industri Militer (PINDAD) Bandung.

  5. Awal Berdirinya Akademi Industri Logam dan Yayasan IGASAR PINDAD

    Pada April 1972, Akademi Industri Logam (AIL) mulai berkembang sebagai lembaga pendidikan tinggi teknik di lingkungan PINDAD. Pada tanggal 30 Desember 1972, Yayasan Ikatan Keluarga Besar PINDAD (IGASAR PINDAD) didirikan secara resmi berdasarkan Akta Notaris Komar Andasasmita, S.H., Nomor 108. Kehadiran AIL menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi bidang industri dan metalurgi yang kemudian menjadi bagian dari sejarah Fakultas Teknologi Manufaktur Unjani. Meskipun nama AIM (Pindad) Bandung telah berubah menjadi AIL pada tahun tersebut, nama AIM (Pindad) Bandung masih digunakan untuk kegiatan Ujian Negara hingga tahun 1974.

  6. Penguatan Kelembagaan AIL dan Awal Jurusan S1 Teknik Metalurgi dan S1 Teknik Industri

    Direktur PINDAD selaku Ketua Ikatan Besar PINDAD mengeluarkan Surat Keputusan Nomor Skep/9/I/1973 Tanggal 25 Januari 1973 tentang pengaturan berdirinya Akedemi Industri Logam (AIL), Sekolah Tinggi Menengah (STM) dan Sekolah Tehnik (ST), dengan demikian pada hakekatnya Akademi Industri Logam (AIL) adalah merupakan kelanjutan dari SIMTA yang meliputi segala fasilitas, baik staf pengajar, sarana dan prasarana pendidkan lainnya. Pada tanggal 31 Agustus 1973 AIL mengajukan permohonan perubahan status kepada Kopertis Wilayah IV Jawa Barat (d/h. Wilayah III) Jawa Barat yang sekaligus untuk mendapat status sebagai Akademi Terdaftar. Persetujuan Status terdaftar atas AIL baru diterima pada Tanggal 01 Juni 1974 dengan Surat Keputusan Nomor : 31/Kep/III/TAR.SAM/1974 dan ini dianggap sebagai awal berdirinya Jurusan Sarjana Teknik Metalurgi dan Sarjana Teknik Industri. AIL berlokasi di daerah industri (Komando Perindustrian Angkatan Darat/PT. PINDAD sekarang), sehingga terasa sekali dorongan potensial daerahnya, ini dibuktikan dengan partisipasi PT. PINDAD/TNI-AD dalam usaha mendukung pelaksanaan teknis operasional pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan tersebut.

  7. Berdirinya Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani (ATA)

    Pada tahun 1974, Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani (ATA) didirikan melalui kerja sama antara pimpinan TNI Angkatan Darat, Pertamina, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada awal berdirinya, ATA menyelenggarakan pendidikan pada Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro, kemudian membuka Jurusan Teknik Kimia pada tahun 1975. Pendidikan pada periode awal diperuntukkan bagi putra-putri keluarga TNI Angkatan Darat, dengan dukungan pembiayaan dari TNI AD dan Pertamina serta pembinaan akademik oleh ITB.

  8. Perluasan Akses Pendidikan di ATA

    Pada tahun 1979, Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani (ATA) mulai menerima mahasiswa dari masyarakat umum, setelah sebelumnya memprioritaskan putra-putri keluarga TNI Angkatan Darat. Perubahan kebijakan ini memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi teknik. Kegiatan perkuliahan pada masa tersebut dilaksanakan di Pusat Pendidikan Jasmani (PUSDIKJAS) Jalan Pasirkumeli, Cimahi, dan SD Widiawan di Jalan Taman Kartini, Cimahi, hingga tahun 1984.

  9. Perubahan AIL Menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung (STTIB)

    Pada tahun 1985 AIL berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung (STTIB) dan dibina oleh Yayasan Kartika Eka Paksi dengan Status Terdaftar sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 0655/0/1985 Tanggal 30 Desember 1985 tentang pemberian Status Terdaftar pada beberapa Jurusan/Program Studi di lingkungan STTIB, selanjutnya pada Tahun 1986 STTIB mendapat penyesuaian jalur/jenjang dan program pendidikan serta penataan nama Unit/Fakultas/Jurusan/Program Studi Status Terdaftar pada Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Kopertis Wilayah IV Jawa Barat. Terdapat perubahaan nomenklatur S1 Teknik Industri menjadi S1 Teknik dan Manajemen Industri

  10. Berdirinya Jenjang Sarjana Teknik Mesin di STTIB

    Pada tahun 1987, Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung (STTIB) mengembangkan penyelenggaraan pendidikan Teknik Mesin pada jenjang Sarjana (S-1). Pengembangan ini memperkuat bidang keilmuan teknik yang telah diselenggarakan STTIB, khususnya bidang Sarjana Teknik dan Manajemen Industri, Sarjana Teknik Metalurgi, dan Sarjana Teknik Mesin. Ketiga bidang keilmuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan Fakultas Teknik Unjani dan pembentukan Fakultas Teknologi Manufaktur.

  11. Perubahan ATA Menjadi STTA

    Pada tanggal 1 Agustus 1987, Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani (ATA) dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Jenderal Achmad Yani (STTA) berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0451/O/1987. Pada tahun yang sama, Yayasan Kartika Eka Paksi juga mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Achmad Yani (STIEA) dan Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenderal Achmad Yani (ST MIPA) berdasarkan Keputusan KASAD selaku Ketua Umum YKEP Nomor SKEP/047/II/1987 tanggal 12 Februari 1987. Ketiga sekolah tinggi tersebut kemudian menjadi dasar pembentukan Unjani.

  12. Jurusan-jurusan di STTIB Memperoleh Status Diakui

    Pada tahun 1989-1990, Jurusan-jurusan di Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung (STTIB) memperoleh status Diakui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0792/O/1989 tentang Pemberian Status Diakui kepada Jurusan/Program Studi di Lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung di Bandung. 15 Desember 1989 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0619/O/1990 Tanggal 20 Desember 1990. Pengakuan tersebut merupakan salah satu tonggak penting dalam perkembangan kelembagaan dan penyelenggaraan pendidikan tinggi sebelum STTIB berintegrasi dengan Universitas Jenderal Achmad Yani.

  13. Berdirinya Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani)

    Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) resmi berdiri pada tanggal 20 Mei 1990 berdasarkan Keputusan Ketua Umum Yayasan Kartika Eka Paksi Nomor 027/YKEP/1990, yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0512/O/1990 tanggal 9 Agustus 1990. Unjani terbentuk melalui penggabungan STTA, STIEA, dan ST MIPA. Pada awal berdirinya, Unjani memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Fakultas Ekonomi, dengan delapan jurusan. Nama universitas diambil untuk menghormati Jenderal Achmad Yani, Pahlawan Revolusi Republik Indonesia.

  14. Integrasi STTIB ke Universitas Jenderal Achmad Yani

    Pada tanggal 2 Maret 1992, Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung (STTIB) berintegrasi dengan Universitas Jenderal Achmad Yani berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0124/O/1992. Melalui integrasi tersebut, penyelenggaraan pendidikan Teknik Industri, Teknik Metalurgi, dan Teknik Mesin menjadi bagian dari Fakultas Teknik Unjani. Peristiwa ini menyatukan perjalanan pendidikan teknik yang berasal dari Akademi Industri Militter (AIM) dengan perkembangan pendidikan tinggi Unjani, sekaligus menjadi landasan sejarah pembentukan Fakultas Teknologi Manufaktur pada tahun 2019. Terdapat perubahan nomenklatur kembali, yaitu Sarjana Teknik dan Manajemen Industri menjadi Sarjana Teknik Industri

  15. Berdirinya Fakultas Teknologi Manufaktur (FTM)

    Pada tahun 2019, Universitas Jenderal Achmad Yani melakukan pemekaran Fakultas Teknik menjadi dua fakultas, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Manufaktur (FTM), berdasarkan Keputusan Ketua Yayasan Kartika Eka Paksi Nomor Kep/19/YKEP/III/2019. Pada awal pembentukannya, FTM menyelenggarakan tiga program studi sarjana, yaitu Sarjana Teknik Industri, Sarjana Teknik Mesin, dan Sarjana Teknik Metalurgi. Pembentukan FTM menjadi tonggak penting dalam penguatan dan pengembangan pendidikan tinggi di bidang teknologi manufaktur, rekayasa industri, dan material.

  16. Berdirinya Program Studi Magister Manajemen Teknologi

    Pada tanggal 22 September 2021, Fakultas Teknologi Manufaktur Universitas Jenderal Achmad Yani mengembangkan penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui pendirian Program Studi Magister Manajemen Teknologi (MMT) pada jenjang Strata-2 (S-2). Program studi ini dikembangkan untuk memperkuat kompetensi dalam pengelolaan teknologi, inovasi, dan manajemen industri. Kehadiran MMT memperluas kontribusi FTM dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan aspek teknologi dan manajemen untuk mendukung perkembangan dunia industri.

  17. Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur

    Pada tahun 2026, Universitas Jenderal Achmad Yani memperoleh izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur Program Profesi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 695/B/O/2026. Salinan keputusan tersebut secara resmi diserahkan pada tanggal 13 Juli 2026 di LLDIKTI Wilayah IV. Program studi yang berada di lingkungan Fakultas Teknologi Manufaktur ini menjadi langkah strategis Unjani dalam mengembangkan pendidikan profesi keinsinyuran, meningkatkan kompetensi profesional, serta mendukung pemenuhan kebutuhan insinyur yang berkualitas di Indonesia.

Sejarah FTM dan UNJANI

Awal Berdirinya ATA, STTA, dan UNJANI

Cikal bakal perkembangan institusi ini dimulai dari berdirinya Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani (ATA) melalui kerja sama antara Pimpinan TNI Angkatan Darat, Pertamina, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pada tahun 1974, ATA membuka dua jurusan, yaitu:

  • D3 Teknik Mesin

  • D3 Teknik Elektro

Kemudian pada tahun 1975, ATA menambah satu jurusan lagi, yaitu:

  • S1 Teknik Kimia

Pada masa awal berdirinya, mahasiswa ATA angkatan 1974 dan 1975 dikhususkan bagi putra-putri TNI Angkatan Darat, dengan pembiayaan ditanggung oleh TNI AD dan Pertamina, sedangkan proses belajar mengajar dibina oleh ITB.

Memasuki tahun 1979, ATA mulai menerima mahasiswa dari masyarakat umum. Sejak saat itu, biaya kuliah untuk angkatan 1979 dan 1980 tidak lagi ditanggung oleh TNI AD dan Pertamina. Kegiatan perkuliahan mahasiswa ATA pada periode tersebut berlangsung di:

  • PUSDIKJAS Jl. Pasirkumeli Cimahi

  • SD Widiawan Jl. Taman Kartini Cimahi

Lokasi tersebut digunakan hingga tahun 1984.

Perubahan ATA menjadi STTA

Perkembangan penting terjadi pada tahun 1987, ketika Akademi Teknologi Jenderal Achmad Yani dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Jenderal Achmad Yani (STTA) berdasarkan:

Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0451/0/1987
tanggal 1 Agustus 1987.

Pada tahun yang sama, juga berdiri dua sekolah tinggi lain di bawah pengelolaan YKEP, yaitu:

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Achmad Yani (STIEA)

  • Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenderal Achmad Yani (ST MIPA)

Keduanya didirikan berdasarkan:

Surat Keputusan KASAD selaku Ketua Umum YKEP Nomor SKEP/047/II/1987
tanggal 12 Februari 1987.

Lahirnya Universitas Jenderal Achmad Yani

Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) merupakan hasil penggabungan sekolah-sekolah tinggi yang dikelola oleh YKEP, yaitu:

  • Sekolah Tinggi Teknologi Jenderal Achmad Yani (STTA)

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jenderal Achmad Yani (STIEA)

  • Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ST MIPA)

UNJANI resmi berdiri pada 20 Mei 1990 berdasarkan:

Surat Keputusan Ketua Umum YKEP Nomor 027/YKEP/1990
tanggal 20 Mei 1990

dan kemudian dikukuhkan oleh:

MENDIKBUD melalui Surat Keputusan Nomor 0512/0/1990
tanggal 9 Agustus 1990.

Nama Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) diambil dari salah satu tokoh Prajurit TNI AD dan Pahlawan Revolusi, Jenderal Achmad Yani.

Pada saat awal berdiri, UNJANI memiliki 3 fakultas dan 8 jurusan, yaitu:

1. Fakultas Teknik

  • D3 Teknik Mesin

  • D3 Teknik Elektro

  • S1 Teknik Kimia

  • S1 Teknik Sipil

2. Fakultas MIPA

  • S1 Kimia

  • S1 Fisika

3. Fakultas Ekonomi

  • S1 Manajemen

  • S1 Akuntansi


Sejarah Berdirinya AIL dan STTIB

Selain perkembangan dari ATA dan STTA, sejarah FTM juga terkait erat dengan perjalanan Akademi Industri Logam (AIL).

AIL merupakan lembaga pendidikan tingkat akademi yang berada di bawah naungan Yayasan Ikatan Keluarga Besar (IGASAR) PINDAD dan dibina oleh dosen-dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).

AIL memiliki dua jurusan, yaitu:

  • S1 Teknik dan Manajemen Industri

  • S1 Teknik Metalurgi

Pada tahun 1985, AIL dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Teknik Industri Bandung (STTIB) dengan dua jurusan:

  • S1 Teknik dan Manajemen Industri (TMI)

  • S1 Teknik Metalurgi

Kemudian pada tahun 1987, STTIB membuka:

  • Jurusan Teknik Mesin untuk jenjang Strata-1 (S-1)


Sejarah Bergabungnya STTIB dengan UNJANI

Pada tahun 1987, pengelolaan STTIB diserahkan dari Yayasan IGASAR PINDAD kepada Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP).

Selanjutnya pada tahun 1992, STTIB resmi berintegrasi dengan UNJANI berdasarkan:

Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0124/0/1992
tanggal 2 Maret 1992,

dan berada di bawah binaan Fakultas Teknik.


Perkembangan UNJANI dari Masa ke Masa

Dalam rangka meningkatkan peran di dunia pendidikan, UNJANI terus berkembang dengan membuka fakultas dan program studi baru.

Tahun 1992

UNJANI membuka Fakultas Kedokteran dengan Program Studi Kedokteran Umum berdasarkan:

Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 45/D/0/1993
tanggal 20 April 1993.

Pada tahun yang sama, berdiri pula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan jurusan:

  • S1 Hubungan Internasional

  • S1 Ilmu Pemerintahan

berdasarkan:

SK Dirjen Dikti Nomor 210/DIKTI/Kep/1992
tanggal 1 Juni 1992.

Tahun 1998

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik membuka program S-2 Magister Ilmu Pemerintahan berdasarkan:

SK Dirjen Dikti Depdikbud Nomor 440/DIKTI/Kep/1998

Tahun 1999

Fakultas MIPA menambah jurusan:

  • S1 Farmasi

berdasarkan:

SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 17/Dikti/Kep/1999
tanggal 10 Mei 1999.

Tahun 2003

UNJANI menambah:

  • S1 Fakultas Psikologi

berdasarkan:

SK Rektor UNJANI Nomor Skep/05/UNJANI/V/2003
tanggal 20 Mei 2003

dan dikukuhkan melalui:

Keputusan Dirjen Perguruan Tinggi Nomor 190/D/T/2003
tanggal 30 Januari 2004.

Tahun 2005

Fakultas MIPA menambah Program Studi:

  • S1 Ilmu Komputer

berdasarkan:

SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3167/D/T/2005
tanggal 28 September 2005.

Tahun 2009

Fakultas Kedokteran menambah Program Studi:

  • S1 Pendidikan Dokter Gigi

berdasarkan:

SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1780/D/T/2009
tanggal 5 Oktober 2009.

Tahun 2013

UNJANI menambah:

  • S1 Fakultas Farmasi

berdasarkan:

SK Rektor UNJANI Nomor Skep/248/UNJANI/IX/2013


Pemekaran Fakultas Teknik Menjadi Fakultas Teknologi Manufaktur

Tahun 2019 menjadi tonggak penting dalam sejarah FTM, ketika UNJANI melakukan pemekaran Fakultas Teknik menjadi dua fakultas, yaitu:

  • Fakultas Teknik

  • Fakultas Teknologi Manufaktur (FTM)

Setelah pemekaran tersebut:

Fakultas Teknik mengelola:

  • S1 Teknik Sipil

  • S1 Teknik Elektro

  • S1 Teknik Kimia

Fakultas Teknologi Manufaktur mengelola:

  • Program Sarjana Teknik Industri

  • Program Sarjana Teknik Mesin

  • Program Sarjana Teknik Metalurgi

  • Program Magister Manajemen Teknologi

Lokasi kampus UNJANI terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Kampus Bandung

  • Kampus Cimahi

FTM UNJANI juga menyelenggarakan beberapa jalur pendidikan, yaitu:

  • Reguler Pagi

  • Reguler Sore

  • Pindahan dari D3

  • Kerja Sama


Rektor UNJANI dari Masa ke Masa

Sejak berdiri hingga saat ini, UNJANI telah dipimpin oleh para rektor berikut:

  • 1990-1991 - Brigjen. (Purn.) Amiroeddin Sjarif, S.H.

  • 1991-1999 - Brigjen. (Purn.) Prof. Dr. Sanjoto H.W., dr., Sp.M.

  • 1999-2006 - Brigjen. (Purn.) Hindarto Joesman, dr., Sp.THT

  • 2006-2007 - Lukas Murdiharjo, S.E., Ak., M.M.

  • 2007-2012 - Mayjen. (Purn.) Heryono, M.Psi.

  • 2012-2016 - Prof. Dr. Bambang Sutjiatmo

  • 2016-2020 - Witjaksono, M.Sc.

  • 2020-2025 - Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D.

  • 2025-sekarang - Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si.

Saat ini, Universitas Jenderal Achmad Yani memiliki 10 fakultas dan total 45 program studi, yaitu:

  • Fakultas Teknik

  • Fakultas Teknologi Manufaktur

  • Fakultas Sains dan Informatika

  • Fakultas Ekonomi

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

  • Fakultas Kedokteran

  • Fakultas Kedokteran Gigi

  • Fakultas Psikologi

  • FITKES

  • Fakultas Farmasi


Dekan Fakultas Teknologi Manufaktur dari Masa ke Masa

Sejak terbentuk pada tahun 2019, Fakultas Teknologi Manufaktur telah dipimpin oleh:

  • 2019-2023 - Dr. Ir. Adi Ganda Putra, S.T., M.T.

  • 2023-sekarang - Dr. Ir. Rinto Yusriski, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.


Penutup

Sejarah FTM dan UNJANI menunjukkan perjalanan panjang transformasi kelembagaan, mulai dari akademi, sekolah tinggi, hingga menjadi universitas yang terus berkembang.
Pemekaran Fakultas Teknologi Manufaktur pada tahun 2019 menandai komitmen UNJANI dalam memperkuat pendidikan tinggi di bidang manufaktur, rekayasa, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masa depan bangsa.


REFERENSI

Andasasmita, K. (1972, 30 Desember). Akta Notaris Nomor 108 tentang pendirian Yayasan Ikatan Keluarga Besar Pindad [Akta notaris].

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. (1998, 11 Agustus). Keputusan Nomor 001/BANPT/Ak.I/VIII/1998 tentang akreditasi dengan peringkat B [Surat keputusan].

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. (1992, 2 April). Keputusan Nomor 95/DIKTI/Kep/1992 tentang pemberian status disamakan kepada jurusan/program studi pada Fakultas Teknik di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani di Cimahi [Surat keputusan].

Direktur PINDAD. (1973, 25 Januari). Keputusan Nomor Skep/9/I/1973 tentang pengaturan berdirinya Akademi Industri Logam (AIL) [Surat keputusan].

Khosirun, I., & Suhendra, E. (2013). Pijakan untuk kemandirian alutsista: 30 tahun PT Pindad (Persero). PT Pindad.

Komandan Jenderal PINDAD. (1973, 27 Desember). Surat Izin Nomor SI/66/XII/1973 tentang penggunaan sarana dan prasarana industri PINDAD untuk Akademi Industri Logam [Surat izin].

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Jawa Barat. (1974, 1 Juni). Keputusan Nomor 31/Kep/III/TAR.SAM/1974 tentang pemberian status terdaftar kepada Akademi Industri Logam [Surat keputusan].

Kristiyanto, H. (2023). Geopolitik Bung Karno: Progressive geopolitical coexistence. Unhan RI Press.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1970, 30 Oktober). Keputusan Nomor 0207/1970 tentang pembentukan panitia ujian negara bagi Akademi Industri Militer (PINPAD) Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1974a, 14 Juni). Keputusan Nomor 0143/P/1974 tentang pembentukan panitia ujian negara bagi Akademi Industri Militer (PINDAD) Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1974b, 7 Agustus). Keputusan Nomor 0208/P/1974 tentang penambahan peserta ujian negara bagi Akademi Industri Militer (PINDAD) Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1977, 23 November). Keputusan Nomor 0551/U/1977 tentang pengesahan statuta Akademi Industri Logam Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1985a, 30 Desember). Keputusan Nomor 0654/O/1985 tentang perubahan bentuk dan nama Akademi Teknologi Industri di Bandung menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1985b, 30 Desember). Keputusan Nomor 0655/O/1985 tentang pemberian status terdaftar pada beberapa jurusan/program studi di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1987, 1 Agustus). Keputusan Nomor 0451/O/1987 tentang perubahan Akademi Teknologi Jenderal Achmad Yani menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Jenderal Achmad Yani [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1989, 15 Desember). Keputusan Nomor 0792/O/1989 tentang pemberian status diakui kepada jurusan/program studi di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1990a, 9 Agustus). Keputusan Nomor 0512/O/1990 tentang pendirian Universitas Jenderal Achmad Yani [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1990b, 20 September). Keputusan Nomor 0619/O/1990 tentang pemberian status diakui kepada Jurusan Teknik Metalurgi Program Studi Teknik Metalurgi di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1992, 2 Maret). Keputusan Nomor 0124/O/1992 tentang pengintegrasian Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung ke dalam Universitas Jenderal Ahmad Yani di Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1997, 17 November). Keputusan Nomor 78/d.Q/1997 tentang status terakreditasi program sarjana [Surat keputusan].

Yayasan Kartika Eka Paksi. (1990, 20 Mei). Keputusan Ketua Umum Nomor 027/YKEP/1990 tentang pendirian Universitas Jenderal Achmad Yani [Surat keputusan].

Diperbarui 27 Oktober 2026