Skip to main content

History

How FTM Unjani was founded and how it has grown.

Milestones

  1. The Founding of ATA

    Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani was founded through a partnership between the Indonesian Army, Pertamina, and ITB, opening Mechanical Engineering and Electrical Engineering, and later Chemical Engineering.

  2. Wider Access to Education

    ATA began admitting students from the general public and held classes in the Cimahi area.

  3. ATA Becomes STTA

    The institutional change to STTA laid an important foundation for the later establishment of the university.

  4. UNJANI Is Established

    UNJANI was formed by merging STTA, STIEA, and ST MIPA, with eight departments in three founding faculties.

  5. STTIB Joins UNJANI

    The history of AIL and STTIB became an integral part of FTM's journey, particularly for Industrial Engineering, Metallurgy, and Mechanical Engineering.

  6. The Faculty of Engineering Is Divided

    The Faculty of Engineering was divided, giving rise to the Faculty of Manufacturing Technology, which manages manufacturing-related bachelor's and master's programmes.

Sejarah FTM dan UNJANI

Available in Indonesian

Awal Berdirinya ATA, STTA, dan UNJANI

Cikal bakal perkembangan institusi ini dimulai dari berdirinya Akademi Teknik Jenderal Achmad Yani (ATA) melalui kerja sama antara Pimpinan TNI Angkatan Darat, Pertamina, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pada tahun 1974, ATA membuka dua jurusan, yaitu:

  • D3 Teknik Mesin

  • D3 Teknik Elektro

Kemudian pada tahun 1975, ATA menambah satu jurusan lagi, yaitu:

  • S1 Teknik Kimia

Pada masa awal berdirinya, mahasiswa ATA angkatan 1974 dan 1975 dikhususkan bagi putra-putri TNI Angkatan Darat, dengan pembiayaan ditanggung oleh TNI AD dan Pertamina, sedangkan proses belajar mengajar dibina oleh ITB.

Memasuki tahun 1979, ATA mulai menerima mahasiswa dari masyarakat umum. Sejak saat itu, biaya kuliah untuk angkatan 1979 dan 1980 tidak lagi ditanggung oleh TNI AD dan Pertamina. Kegiatan perkuliahan mahasiswa ATA pada periode tersebut berlangsung di:

  • PUSDIKJAS Jl. Pasirkumeli Cimahi

  • SD Widiawan Jl. Taman Kartini Cimahi

Lokasi tersebut digunakan hingga tahun 1984.

Perubahan ATA menjadi STTA

Perkembangan penting terjadi pada tahun 1987, ketika Akademi Teknologi Jenderal Achmad Yani dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Jenderal Achmad Yani (STTA) berdasarkan:

Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0451/0/1987
tanggal 1 Agustus 1987.

Pada tahun yang sama, juga berdiri dua sekolah tinggi lain di bawah pengelolaan YKEP, yaitu:

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Achmad Yani (STIEA)

  • Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jenderal Achmad Yani (ST MIPA)

Keduanya didirikan berdasarkan:

Surat Keputusan KASAD selaku Ketua Umum YKEP Nomor SKEP/047/II/1987
tanggal 12 Februari 1987.

Lahirnya Universitas Jenderal Achmad Yani

Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) merupakan hasil penggabungan sekolah-sekolah tinggi yang dikelola oleh YKEP, yaitu:

  • Sekolah Tinggi Teknologi Jenderal Achmad Yani (STTA)

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jenderal Achmad Yani (STIEA)

  • Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ST MIPA)

UNJANI resmi berdiri pada 20 Mei 1990 berdasarkan:

Surat Keputusan Ketua Umum YKEP Nomor 027/YKEP/1990
tanggal 20 Mei 1990

dan kemudian dikukuhkan oleh:

MENDIKBUD melalui Surat Keputusan Nomor 0512/0/1990
tanggal 9 Agustus 1990.

Nama Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) diambil dari salah satu tokoh Prajurit TNI AD dan Pahlawan Revolusi, Jenderal Achmad Yani.

Pada saat awal berdiri, UNJANI memiliki 3 fakultas dan 8 jurusan, yaitu:

1. Fakultas Teknik

  • D3 Teknik Mesin

  • D3 Teknik Elektro

  • S1 Teknik Kimia

  • S1 Teknik Sipil

2. Fakultas MIPA

  • S1 Kimia

  • S1 Fisika

3. Fakultas Ekonomi

  • S1 Manajemen

  • S1 Akuntansi


Sejarah Berdirinya AIL dan STTIB

Selain perkembangan dari ATA dan STTA, sejarah FTM juga terkait erat dengan perjalanan Akademi Industri Logam (AIL).

AIL merupakan lembaga pendidikan tingkat akademi yang berada di bawah naungan Yayasan Ikatan Keluarga Besar (IGASAR) PINDAD dan dibina oleh dosen-dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).

AIL memiliki dua jurusan, yaitu:

  • S1 Teknik dan Manajemen Industri

  • S1 Teknik Metalurgi

Pada tahun 1985, AIL dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Teknik Industri Bandung (STTIB) dengan dua jurusan:

  • S1 Teknik dan Manajemen Industri (TMI)

  • S1 Teknik Metalurgi

Kemudian pada tahun 1987, STTIB membuka:

  • Jurusan Teknik Mesin untuk jenjang Strata-1 (S-1)


Sejarah Bergabungnya STTIB dengan UNJANI

Pada tahun 1987, pengelolaan STTIB diserahkan dari Yayasan IGASAR PINDAD kepada Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP).

Selanjutnya pada tahun 1992, STTIB resmi berintegrasi dengan UNJANI berdasarkan:

Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0124/0/1992
tanggal 2 Maret 1992,

dan berada di bawah binaan Fakultas Teknik.


Perkembangan UNJANI dari Masa ke Masa

Dalam rangka meningkatkan peran di dunia pendidikan, UNJANI terus berkembang dengan membuka fakultas dan program studi baru.

Tahun 1992

UNJANI membuka Fakultas Kedokteran dengan Program Studi Kedokteran Umum berdasarkan:

Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 45/D/0/1993
tanggal 20 April 1993.

Pada tahun yang sama, berdiri pula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan jurusan:

  • S1 Hubungan Internasional

  • S1 Ilmu Pemerintahan

berdasarkan:

SK Dirjen Dikti Nomor 210/DIKTI/Kep/1992
tanggal 1 Juni 1992.

Tahun 1998

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik membuka program S-2 Magister Ilmu Pemerintahan berdasarkan:

SK Dirjen Dikti Depdikbud Nomor 440/DIKTI/Kep/1998

Tahun 1999

Fakultas MIPA menambah jurusan:

  • S1 Farmasi

berdasarkan:

SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 17/Dikti/Kep/1999
tanggal 10 Mei 1999.

Tahun 2003

UNJANI menambah:

  • S1 Fakultas Psikologi

berdasarkan:

SK Rektor UNJANI Nomor Skep/05/UNJANI/V/2003
tanggal 20 Mei 2003

dan dikukuhkan melalui:

Keputusan Dirjen Perguruan Tinggi Nomor 190/D/T/2003
tanggal 30 Januari 2004.

Tahun 2005

Fakultas MIPA menambah Program Studi:

  • S1 Ilmu Komputer

berdasarkan:

SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3167/D/T/2005
tanggal 28 September 2005.

Tahun 2009

Fakultas Kedokteran menambah Program Studi:

  • S1 Pendidikan Dokter Gigi

berdasarkan:

SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1780/D/T/2009
tanggal 5 Oktober 2009.

Tahun 2013

UNJANI menambah:

  • S1 Fakultas Farmasi

berdasarkan:

SK Rektor UNJANI Nomor Skep/248/UNJANI/IX/2013


Pemekaran Fakultas Teknik Menjadi Fakultas Teknologi Manufaktur

Tahun 2019 menjadi tonggak penting dalam sejarah FTM, ketika UNJANI melakukan pemekaran Fakultas Teknik menjadi dua fakultas, yaitu:

  • Fakultas Teknik

  • Fakultas Teknologi Manufaktur (FTM)

Setelah pemekaran tersebut:

Fakultas Teknik mengelola:

  • S1 Teknik Sipil

  • S1 Teknik Elektro

  • S1 Teknik Kimia

Fakultas Teknologi Manufaktur mengelola:

  • Program Sarjana Teknik Industri

  • Program Sarjana Teknik Mesin

  • Program Sarjana Teknik Metalurgi

  • Program Magister Manajemen Teknologi

Lokasi kampus UNJANI terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Kampus Bandung

  • Kampus Cimahi

FTM UNJANI juga menyelenggarakan beberapa jalur pendidikan, yaitu:

  • Reguler Pagi

  • Reguler Sore

  • Pindahan dari D3

  • Kerja Sama


Rektor UNJANI dari Masa ke Masa

Sejak berdiri hingga saat ini, UNJANI telah dipimpin oleh para rektor berikut:

  • 1990-1991 - Brigjen. (Purn.) Amiroeddin Sjarif, S.H.

  • 1991-1999 - Brigjen. (Purn.) Prof. Dr. Sanjoto H.W., dr., Sp.M.

  • 1999-2006 - Brigjen. (Purn.) Hindarto Joesman, dr., Sp.THT

  • 2006-2007 - Lukas Murdiharjo, S.E., Ak., M.M.

  • 2007-2012 - Mayjen. (Purn.) Heryono, M.Psi.

  • 2012-2016 - Prof. Dr. Bambang Sutjiatmo

  • 2016-2020 - Witjaksono, M.Sc.

  • 2020-2025 - Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D.

  • 2025-sekarang - Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si.

Saat ini, Universitas Jenderal Achmad Yani memiliki 10 fakultas dan total 45 program studi, yaitu:

  • Fakultas Teknik

  • Fakultas Teknologi Manufaktur

  • Fakultas Sains dan Informatika

  • Fakultas Ekonomi

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

  • Fakultas Kedokteran

  • Fakultas Kedokteran Gigi

  • Fakultas Psikologi

  • FITKES

  • Fakultas Farmasi


Dekan Fakultas Teknologi Manufaktur dari Masa ke Masa

Sejak terbentuk pada tahun 2019, Fakultas Teknologi Manufaktur telah dipimpin oleh:

  • 2019-2023 - Dr. Ir. Adi Ganda Putra, S.T., M.T.

  • 2023-sekarang - Dr. Ir. Rinto Yusriski, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.


Penutup

Sejarah FTM dan UNJANI menunjukkan perjalanan panjang transformasi kelembagaan, mulai dari akademi, sekolah tinggi, hingga menjadi universitas yang terus berkembang.
Pemekaran Fakultas Teknologi Manufaktur pada tahun 2019 menandai komitmen UNJANI dalam memperkuat pendidikan tinggi di bidang manufaktur, rekayasa, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masa depan bangsa.


REFERENSI

Andasasmita, K. (1972, 30 Desember). Akta Notaris Nomor 108 tentang pendirian Yayasan Ikatan Keluarga Besar Pindad [Akta notaris].

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. (1998, 11 Agustus). Keputusan Nomor 001/BANPT/Ak.I/VIII/1998 tentang akreditasi dengan peringkat B [Surat keputusan].

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. (1992, 2 April). Keputusan Nomor 95/DIKTI/Kep/1992 tentang pemberian status disamakan kepada jurusan/program studi pada Fakultas Teknik di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani di Cimahi [Surat keputusan].

Direktur PINDAD. (1973, 25 Januari). Keputusan Nomor Skep/9/I/1973 tentang pengaturan berdirinya Akademi Industri Logam (AIL) [Surat keputusan].

Khosirun, I., & Suhendra, E. (2013). Pijakan untuk kemandirian alutsista: 30 tahun PT Pindad (Persero). PT Pindad.

Komandan Jenderal PINDAD. (1973, 27 Desember). Surat Izin Nomor SI/66/XII/1973 tentang penggunaan sarana dan prasarana industri PINDAD untuk Akademi Industri Logam [Surat izin].

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IV Jawa Barat. (1974, 1 Juni). Keputusan Nomor 31/Kep/III/TAR.SAM/1974 tentang pemberian status terdaftar kepada Akademi Industri Logam [Surat keputusan].

Kristiyanto, H. (2023). Geopolitik Bung Karno: Progressive geopolitical coexistence. Unhan RI Press.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1970, 30 Oktober). Keputusan Nomor 0207/1970 tentang pembentukan panitia ujian negara bagi Akademi Industri Militer (PINPAD) Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1974a, 14 Juni). Keputusan Nomor 0143/P/1974 tentang pembentukan panitia ujian negara bagi Akademi Industri Militer (PINDAD) Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1974b, 7 Agustus). Keputusan Nomor 0208/P/1974 tentang penambahan peserta ujian negara bagi Akademi Industri Militer (PINDAD) Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1977, 23 November). Keputusan Nomor 0551/U/1977 tentang pengesahan statuta Akademi Industri Logam Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1985a, 30 Desember). Keputusan Nomor 0654/O/1985 tentang perubahan bentuk dan nama Akademi Teknologi Industri di Bandung menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1985b, 30 Desember). Keputusan Nomor 0655/O/1985 tentang pemberian status terdaftar pada beberapa jurusan/program studi di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1987, 1 Agustus). Keputusan Nomor 0451/O/1987 tentang perubahan Akademi Teknologi Jenderal Achmad Yani menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Jenderal Achmad Yani [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1989, 15 Desember). Keputusan Nomor 0792/O/1989 tentang pemberian status diakui kepada jurusan/program studi di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1990a, 9 Agustus). Keputusan Nomor 0512/O/1990 tentang pendirian Universitas Jenderal Achmad Yani [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1990b, 20 September). Keputusan Nomor 0619/O/1990 tentang pemberian status diakui kepada Jurusan Teknik Metalurgi Program Studi Teknik Metalurgi di lingkungan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1992, 2 Maret). Keputusan Nomor 0124/O/1992 tentang pengintegrasian Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bandung ke dalam Universitas Jenderal Ahmad Yani di Bandung [Surat keputusan].

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (1997, 17 November). Keputusan Nomor 78/d.Q/1997 tentang status terakreditasi program sarjana [Surat keputusan].

Yayasan Kartika Eka Paksi. (1990, 20 Mei). Keputusan Ketua Umum Nomor 027/YKEP/1990 tentang pendirian Universitas Jenderal Achmad Yani [Surat keputusan].

Updated 27 October 2026