Tracer Study 2025: 76,2% Responden Alumni FTM Sudah Bekerja atau Berwiraswasta
Tracer Study FTM Unjani untuk lulusan 2025 menjaring 63 responden. Sebanyak 76,2% sudah bekerja atau berwiraswasta, dan 97,9% dari mereka bekerja di tingkat nasional atau internasional.
- Tanggal terbit
- Waktu baca
- 2 menit baca
1 dari 3
Fakultas Teknologi Manufaktur (FTM) Universitas Jenderal Achmad Yani merilis hasil Tracer Study untuk lulusan tahun 2025. Dari 63 alumni yang mengisi kuesioner, 76,2% sudah bekerja atau berwiraswasta. Rinciannya, 73% bekerja dan 3,2% berwiraswasta, sementara 19% masih mencari pekerjaan dan 4,8% belum memungkinkan untuk bekerja.
Responden berasal dari tiga program studi, yaitu 35 lulusan Magister Manajemen Teknologi, 18 lulusan Teknik Industri, dan 10 lulusan Teknik Mesin. Karena lebih dari separuh responden merupakan lulusan program magister, komposisi ini perlu diperhitungkan ketika membaca hasil survei.
Tempat kerja dan kesesuaian bidang
Dari 48 responden yang bekerja atau berwiraswasta, 52,1% berada di instansi berskala nasional atau berbadan hukum dan 45,8% di perusahaan multinasional atau internasional. Hanya 2,1% yang bekerja di tingkat lokal, sehingga 97,9% responden bekerja di tingkat nasional atau internasional.
Separuh dari mereka bekerja di perusahaan swasta, 29,2% di BUMN atau BUMD, 10,4% di instansi pemerintah, dan 6,3% di lingkungan TNI/Polri. Jawa Barat (37,5%) dan DKI Jakarta (35,4%) menjadi dua provinsi dengan jumlah alumni bekerja terbanyak.
Sebanyak 70,8% responden yang bekerja menilai pekerjaannya erat atau sangat erat dengan bidang studi. Sebanyak 18,8% menilai cukup erat, dan 10,4% kurang erat atau tidak erat.
Gambaran antartahun
Pada edisi 2023, yang disusun dari laporan tahunan dengan 186 responden, proporsi lulusan dengan kesesuaian bidang tinggi tercatat 72,6% dan yang bekerja di tingkat nasional atau internasional 86,6%. Edisi 2024 baru menjaring 13 responden, dengan 38,5% di antaranya sudah bekerja atau berwiraswasta. Jumlah dan komposisi responden yang berbeda membuat perbandingan antartahun lebih tepat dibaca sebagai gambaran umum.
Kompetensi yang perlu diperkuat
Alumni juga menilai kompetensi yang mereka kuasai saat lulus dan kompetensi yang dibutuhkan pekerjaan pada skala 1–5. Pada lima dari tujuh aspek, termasuk etika, kerja sama tim, dan teknologi informasi, penguasaan saat lulus sudah setara atau melampaui kebutuhan kerja. Selisih terbesar terdapat pada bahasa Inggris: kebutuhan pekerjaan dinilai 4,43, sedangkan penguasaan saat lulus 4,08. Keahlian bidang ilmu juga masih sedikit di bawah kebutuhan (4,65 dibanding 4,75).
Hasil lengkap, termasuk rincian per program studi, pendapatan, dan cara alumni mencari kerja, tersedia di halaman Tracer Study Lulusan 2025. Tren indikator dari tahun ke tahun dapat dilihat di halaman Tracer Study FTM.


